Aku Cinta Solo, Kamu?

Solo, pertama kali yang hanya saya tahu tentang kota ini adalah kota dengan masyarakatnya yang ramah dan lembut. Selebihnya, tidak ada bayangan sama sekali seperti apa kota Solo itu selain masyarakatnya, karena saya belum pernah mengunjungi kota ini. Sekitar dua tahun yang lalu, ada banyak media yang meliput Solo. Mulai dari Solo itu kota budaya hingga berbagai kuliner yang rasanya luar biasa dengan harganya yang sangat miring. Mulai dari berbagai berita yang ada di televisi itu, saya tertarik untuk kuliah di Solo. Sungguh beruntung bisa ditakdirkan untuk menimba ilmu di kota ini. Solo adalah kota yang sangat kondusif. Tidak pernah menyesal bisa kuliah di kota ini, walaupun harus long distance relationship dengan keluarga.

Mengapa saya begitu kagum dengan Solo? Karena Solo memiliki segudang event yang luar biasa! Semangatnya bisa kuliah di kota ini ya ini dia. Baru pertama kali dalam hidup saya bisa nonton langsung festival-festival yang awesome banget yang ditonton oleh ribuan orang.  Festival atau karnaval yang pertama kali saya tonton adalah Solo Wayang Carnival yang diselenggarakan pada Februari 2012.CIMG1529

Foto 1: Opening Solo Wayang Carnival 2012

Segelintir orang berdandan layaknya wayang dengan berjalan melalui ratusan bahkan ribuan penonton dan ada beberapa yang menaiki kereta kuda dengan dihiasi berbagai macam hiasan warna-warni yang kreatif. Antusias masyarakat dalam meramaikan karnaval ini sangatlah besar, mulai dari peragaan kostum yang super unik oleh anak-anak kecil hingga orang dewasa, pameran mobil-mobil ESEMKA, sampai walikotanya sendiri pun ikut terjun langsung untuk meramaikannya! Sekitar dua tahun yang lalu, Pak Jokowi masih menjabat sebagai walikota Solo.  Saat itu, Pak Jokowi berlaga sebagai tokoh wayang Werkudara. Setiap orang berlomba-lomba untuk dapat bersalaman dengan beliau, begitupun dengan saya!

CIMG1543

Foto 2: Besarnya antusias masyarakat dalam memeriahkan acara Solo Wayang Carnival 2012

Atmosfer saat itu benar-benar hidup. Jujur, saya merasakan seperti ada kebahagiaan yang sulit untuk diungkapkan di kota ini. Selama karnaval berjalan, tidak lupa saya memamerkannya lewat media sosial seperti facebook dan twitter. Berbagai komentar penasaran dan iri datang bertubi-tubi dari teman-teman saya yang belum pernah mengunjungi Solo. Banyak teman saya yang kagum karena melihat posting-an saya tentang karnaval ini. Mulai dari “Wah keren banget ya ada karnaval kayak gitu!” sampai komentar “Sumpah! Kepengen banget kesana dan nonton langsung!”

CIMG1545

Foto 3: Mobil-mobil hasil karya siswa SMK di Solo yang nge-hits banget!

CIMG1558Foto 4: Uniknya setiap busana yang dipakai oleh masyarakat

Hari itu saya ngerasa bahwa Solo dan saya itu menyatu banget. Pertama kali nonton carnival yang rasa senangnya itu luaaaaaar biasa! Dari event inilah saya giat mengecek kalender tahunan biar gak ada satu event yang saya lewati.

Selain Solo Wayang Carnival, ada lagi event yang gak kalah serunya. Event ini berstandar Internasional loh! Yap, biasanya disebut dengan SIPA (Solo International Performing Arts). Event ini lah yang buat saya terkagum-kagum. Kenapa? Bayangin, Solo hanyalah kota kecil tapi sudah bisa mengundang beberapa penari dan seniman dari berbagai negara. Yang lokal seperti Solo Wayang Carnival aja saya nonton, apalagi dengan ini. Semangat saya menggebu-gebu untuk bisa nonton SIPA. Beruntungnya, saya bisa nonton SIPA tahun 2012 dan 2013. SIPA biasanya diadakan selama tiga hari berturut-turut. Nah, hari pertama atau opening biasanya yang buat pengunjung gak bisa ngedipin mata. Opening SIPA itu luar biasa megah. Setiap pengunjung diberikan kembang api dan dinyalakan bersama-sama. Cahaya dari kembang api menghiasi gelapnya malam saat itu. Ketika opening SIPA, segala beban pikiran akan tugas kuliah yang menggunung hilang seketika, apalagi ketika penampilan tarian dimulai. Sampai tengah malam pun acara ini berakhir, saya tetap setia menonton.

CIMG3895Foto 5: Kembang api yang menyinari gelapnya malam (Opening SIPA 2012)

CIMG3917Foto 6: Penampilan Budayawan, Sudjiwo Tedjo

CIMG3920Foto 7: Penampilan Balon Udara oleh Penari Inggris

Saya ingin berbagi cerita tentang hal yang lucu pada diri saya. Lucunya adalah ketika saya sedang berlibur ke kampung halaman saya di Tangerang dan ada berita yang meliput tentang Solo, semua anggota keluarga saya panggil hanya untuk menonton liputan tentang Solo tersebut. Entah kenapa jika Solo diliput oleh media, saya ikut senang sekali. Padahal saya tidak dibesarkan di Solo. Lebih lucunya lagi adalah saya lebih tahu tentang event, kuliner dan tempat-tempat wisata di Solo daripada di kampung halaman saya sendiri.

Saat ini Solo seperti menjadi identitas saya. Maka itu, saya juga turut mempromosikan kebudayaan Solo kepada orang-orang luar Solo. Setiap detil yang ada di Solo selalu saya promosikan kepada keluarga, tetangga, teman-teman, dan rekan lainnya. Saya tidak pernah menyesal tinggal disini. Pengalaman yang saya dapat dari kota ini sungguh banyak. Mulai dari mengenal kesenian asli Solo, event, kuliner, hingga cara berpikir masyarakat disini. Kota ini tidak akan pernah saya lupakan.

Saya cinta Solo. Bagaimana dengan kamu?

banner

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s